Aku dan teknik lingkungan
Kali ini aku akan menceritakan pengalaman ku selama di teknik lingkungan UPN "Veteran" Jawa timur. Selama 7 semester aku berkuliah disini, telah banyak suka duka yang ku alami dan begitu banyak perjuangan untuk sampai disini.
Namaku Farras Naufal Zingga, seorang anak lulusan SMK Multimedia yang memiliki impian untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri di bidang IPA. Terlihat mustahil memang, tapi saat itu aku memiliki tekat yang kuat untuk bisa masuk PTN seperti yang diinginkan kedua orang tua ku. Aku sadar, aku harus belajar ekstra keras karna aku bukan berasal dari SMA.
Perjuangan ku dimulai dengan mengikuti sebuah lembaga bimbingan belajar yang cukup populer pada saat itu. Selama 1,5 bulan sebelum tes sbmptn, aku belajar di tempat tersebut bersama anak anak dari SMA lain. Oh iya, aku tidak lulus pada seleksi SNMPTN yang menggunakan rapot.
Pada minggu ke 3, teman teman di tempat bimbingan belajar ku sibuk mendaftar UMPTAIN, yaitu seleksi ujian masuk untuk perguruan tinggi negeri dibawah kementrian agama. Akhirnya aku iseng-iseng mengikuti seleksi tersebut karna diajak oleh teman teman ku.
Beruntung, pada hari pengumuman, aku di terima di UIN yogyakarta pada jurusan perbankan. Aku senang sekaligus sedih, karna disaat itu juga aku tau bahwa aku tidak lulus SBMPTN pada jurusan Teknik Lingkungan di suatu PTN di Pulau Sumatera.
Akhirnya aku memutuskan untuk menjalani kuliah selama satu tahun di UIN Yogyakarta. Selama satu tahun itu, ipk ku cukup bagus , tapi aku tetap memiliki keinginan untuk masuk PTN dengan jurusan IPA.
Akhirnya pada tahun 2015, aku kembali mencoba peruntungan dengan mengikuti SBMPTN. Aku memilih Geologi UPN Veteran Yogyakarta pada pilihan pertama dan Memilih Teknik Lingkungan UPN Veteran Jawa Timur pada pilihan ke dua. Dengan berbekal soal SBMPTN tahun lalu dan buku buku prediksi soal, aku mulai mempelajari kembali materi IPA yang akan aku hadapi lagi pada SBMPTN 2015 ini. Singkatnya, aku lulus seleksi SBMPTN dan aku merasa mimpi ku dan keluargaku selama ini untuk kuliah jurusan IPA akhirnya tercapai.
Aku mulai perjalan baru dihidupku dengan merantau ke Surabaya, kota yang baru pertama kali aku datangi. Memulai kembali dari awal dengan segala harapan.
Mulanya aku fikir perjalanan ku akan mulus mulus saja, tapi nyatanya tidak. Menjadi satu satu nya anak SMK di angkatanku membuat kegiatan belajar ku di jurusan ini "terombang-ambing". Disaat teman-teman lain sudah mempunyai dasar kimia, fisika, biologi, aku merasa pengetahuan dasar ku tentang pelajaran itu sangat kurang.
Selama di teknik lingkungan, banyak mata kuliah yang aku dapatkan seperti plambing, drainase, pengolahan limbah dan masih banyak lagi. Semua mata kuliah ini sungguh berbeda dari apa yang ku bayangkan sebelumnya. Di fikiran ku dahulu terbayang bahwa tekbnik lingkungan akan banyak melakukan kuliah di hutan, meneliti pepohonan, menyusuri sungai dan kegiatan kegiatan lain yang dilakukan di alam. Ternyata, jurusan ini fokus kepada pengolahan limbah dan pengolahan air bersih di industri.
Tidak semua mata kuliah ku berjalan mulus, hampir setiap semester ada satu mata kuliah yang aku ikuti tidak memperoleh nilai bagus. Rasanya aku ingin menyerah pada masa awal awal semester kuliah ku. Sungguh timbul rasa penyesalan yang teramat dalam atas kepindahan kuliah ini. Sampai ada saat-saat terburuk ku, dimana aku mendapatkan ips 2,07. Rasanya aku hancur, ingin menyerah tapi sudah terlambat. Tak mungkin aku mengulang kuliah ketiga kalinya.
Krisis kepercayaan diri pun timbul, disaat teman temanku tidak mau sekelompok dengan ku dikarenakan aku terlalu lambat dalam menerima materi, dan agak susah memahami tugas tugas yang diberikan. Aku sadar, bahwa aku tidak sepintar mereka dalam menerima pelajaran.
Disaat aku ingin menyerah, aku teringat kembali apa tujuan ku disini, apa yang membuatku sampai disini. Ada orang tua yang harus aku bahagiakan, yang ingin melihat anaknya lulus sebagai sarjana dengan gelar teknik. Hal ini karena orang tua ku hanya tamatan SMA, mereka pasti ingin anaknya menjadi lebih baik.
Kini, disaat saat semester terakhir perkuliahan, aku bangkit dan bersemangat untuk menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Aku ingin segera lulus dari sini dan mendapatkan gelar sarjana yang orang tua ku inginkan.
Sungguh banyak pelajaran yang aku dapat selama 7 semester ini di Teknik Lingkungan. selain pelajaran akademis, banyak hal pula yang aku dapatkan seperti bagaimana untuk bersabar, menumbuhkan semangat, berjuang, menghadapi berbagai karakter orang dan mencoba memahami tiap orang sesuai dengan karakternya masing masing. Semoga apa yang aku lakukan di teknik lingkungan ini akan menjadi berkah, menjadi sesuatu yang berharga bagi kehidupan nanti, dan aku bisa menjadi orang yang berguna dan lebih baik lagi. Semangat!!
Namaku Farras Naufal Zingga, seorang anak lulusan SMK Multimedia yang memiliki impian untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri di bidang IPA. Terlihat mustahil memang, tapi saat itu aku memiliki tekat yang kuat untuk bisa masuk PTN seperti yang diinginkan kedua orang tua ku. Aku sadar, aku harus belajar ekstra keras karna aku bukan berasal dari SMA.
Perjuangan ku dimulai dengan mengikuti sebuah lembaga bimbingan belajar yang cukup populer pada saat itu. Selama 1,5 bulan sebelum tes sbmptn, aku belajar di tempat tersebut bersama anak anak dari SMA lain. Oh iya, aku tidak lulus pada seleksi SNMPTN yang menggunakan rapot.
Pada minggu ke 3, teman teman di tempat bimbingan belajar ku sibuk mendaftar UMPTAIN, yaitu seleksi ujian masuk untuk perguruan tinggi negeri dibawah kementrian agama. Akhirnya aku iseng-iseng mengikuti seleksi tersebut karna diajak oleh teman teman ku.
Beruntung, pada hari pengumuman, aku di terima di UIN yogyakarta pada jurusan perbankan. Aku senang sekaligus sedih, karna disaat itu juga aku tau bahwa aku tidak lulus SBMPTN pada jurusan Teknik Lingkungan di suatu PTN di Pulau Sumatera.
Akhirnya aku memutuskan untuk menjalani kuliah selama satu tahun di UIN Yogyakarta. Selama satu tahun itu, ipk ku cukup bagus , tapi aku tetap memiliki keinginan untuk masuk PTN dengan jurusan IPA.
Akhirnya pada tahun 2015, aku kembali mencoba peruntungan dengan mengikuti SBMPTN. Aku memilih Geologi UPN Veteran Yogyakarta pada pilihan pertama dan Memilih Teknik Lingkungan UPN Veteran Jawa Timur pada pilihan ke dua. Dengan berbekal soal SBMPTN tahun lalu dan buku buku prediksi soal, aku mulai mempelajari kembali materi IPA yang akan aku hadapi lagi pada SBMPTN 2015 ini. Singkatnya, aku lulus seleksi SBMPTN dan aku merasa mimpi ku dan keluargaku selama ini untuk kuliah jurusan IPA akhirnya tercapai.
Aku mulai perjalan baru dihidupku dengan merantau ke Surabaya, kota yang baru pertama kali aku datangi. Memulai kembali dari awal dengan segala harapan.
Mulanya aku fikir perjalanan ku akan mulus mulus saja, tapi nyatanya tidak. Menjadi satu satu nya anak SMK di angkatanku membuat kegiatan belajar ku di jurusan ini "terombang-ambing". Disaat teman-teman lain sudah mempunyai dasar kimia, fisika, biologi, aku merasa pengetahuan dasar ku tentang pelajaran itu sangat kurang.
Selama di teknik lingkungan, banyak mata kuliah yang aku dapatkan seperti plambing, drainase, pengolahan limbah dan masih banyak lagi. Semua mata kuliah ini sungguh berbeda dari apa yang ku bayangkan sebelumnya. Di fikiran ku dahulu terbayang bahwa tekbnik lingkungan akan banyak melakukan kuliah di hutan, meneliti pepohonan, menyusuri sungai dan kegiatan kegiatan lain yang dilakukan di alam. Ternyata, jurusan ini fokus kepada pengolahan limbah dan pengolahan air bersih di industri.
Tidak semua mata kuliah ku berjalan mulus, hampir setiap semester ada satu mata kuliah yang aku ikuti tidak memperoleh nilai bagus. Rasanya aku ingin menyerah pada masa awal awal semester kuliah ku. Sungguh timbul rasa penyesalan yang teramat dalam atas kepindahan kuliah ini. Sampai ada saat-saat terburuk ku, dimana aku mendapatkan ips 2,07. Rasanya aku hancur, ingin menyerah tapi sudah terlambat. Tak mungkin aku mengulang kuliah ketiga kalinya.
Krisis kepercayaan diri pun timbul, disaat teman temanku tidak mau sekelompok dengan ku dikarenakan aku terlalu lambat dalam menerima materi, dan agak susah memahami tugas tugas yang diberikan. Aku sadar, bahwa aku tidak sepintar mereka dalam menerima pelajaran.
Disaat aku ingin menyerah, aku teringat kembali apa tujuan ku disini, apa yang membuatku sampai disini. Ada orang tua yang harus aku bahagiakan, yang ingin melihat anaknya lulus sebagai sarjana dengan gelar teknik. Hal ini karena orang tua ku hanya tamatan SMA, mereka pasti ingin anaknya menjadi lebih baik.
Kini, disaat saat semester terakhir perkuliahan, aku bangkit dan bersemangat untuk menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Aku ingin segera lulus dari sini dan mendapatkan gelar sarjana yang orang tua ku inginkan.
Sungguh banyak pelajaran yang aku dapat selama 7 semester ini di Teknik Lingkungan. selain pelajaran akademis, banyak hal pula yang aku dapatkan seperti bagaimana untuk bersabar, menumbuhkan semangat, berjuang, menghadapi berbagai karakter orang dan mencoba memahami tiap orang sesuai dengan karakternya masing masing. Semoga apa yang aku lakukan di teknik lingkungan ini akan menjadi berkah, menjadi sesuatu yang berharga bagi kehidupan nanti, dan aku bisa menjadi orang yang berguna dan lebih baik lagi. Semangat!!
Komentar
Posting Komentar